Sealant Gigi

Sealant adalah sekelompok bahan dalam kedokteran gigi yang digunakan untuk melapisi permukaan gigi guna mencegah terjadinya karies. Anatomi gigi bervariasi pada setiap permukaannya—beberapa cembung dan halus, sementara yang lain memiliki pit dan fisura. Permukaan oklusal sering kali menjadi bagian yang paling sulit dibersihkan, terutama karena adanya lekukan dan area runcing yang membentuknya. Tonjolan pada gigi dipisahkan oleh pit dan fisura, yang bentuknya berbeda pada setiap gigi dan pasien. Beberapa orang memiliki fisura yang sangat dalam sehingga tidak dapat dibersihkan dengan sikat gigi biasa. Karena permukaan ini digunakan untuk mengunyah makanan, partikel makanan mudah tertinggal di sana. Ketika bakteri bertemu dengan sisa makanan, mereka menghasilkan asam yang dapat merusak enamel dan menyebabkan karies. Sealant membantu melindungi area tersebut dengan menghalangi kontak langsung antara makanan dan bakteri, sehingga mengurangi risiko pembentukan lubang pada gigi.

Inilah sebabnya mengapa menjaga kebersihan mulut yang baik sangat penting untuk mencegah kerusakan gigi. Sealant gigi umumnya digunakan pada anak-anak, tetapi juga dapat diterapkan pada gigi posterior orang dewasa. Pasien dengan risiko karies yang lebih tinggi sangat disarankan untuk mendapatkan perlindungan dengan sealant. Dokter gigi akan mengoleskan bahan plastik ini pada permukaan oklusal, menutupi pit dan fisura sehingga menciptakan permukaan yang lebih halus dan mudah dibersihkan. Sealant biasanya digunakan pada gigi posterior, seperti molar permanen dan premolar. Dalam beberapa kasus, sealant juga diterapkan pada gigi depan untuk melindungi cingulum jika terdapat pit dan fisura yang berisiko mengalami karies.

Menyikat gigi, menggunakan benang gigi, dan berkumur dengan obat kumur memang merupakan kombinasi terbaik untuk menjaga kebersihan rongga mulut. Namun, metode ini terkadang tidak cukup untuk membersihkan permukaan oklusal gigi yang memiliki banyak pit dan fisura. Sealant gigi memberikan perlindungan tambahan dengan mencegah munculnya karies, terutama pada anak-anak yang berisiko tinggi mengalami kerusakan gigi. Jika seorang anak tidak disiplin dalam menjaga kebersihan mulut, gigi permanennya bisa dengan mudah mengalami pembusukan. Oleh karena itu, banyak dokter gigi merekomendasikan sealant sebagai tindakan pencegahan untuk melindungi gigi dari karies sejak dini.

sealant gigi
sealant celah

Seperti apa bentuknya?

Bahan-bahan ini bisa sangat bervariasi, tergantung pada pabrik pembuatnya. Beberapa dokter gigi menggunakan sealant bening, yang lain memilih sealant berwarna-warni, termasuk merah muda, oranye, biru, bisa juga berwarna putih, atau berwarna seperti gigi.

Kapan gigi geraham pertama dipasang?

Sealant pertama biasanya dipasang setelah gigi molar permanen pertama tumbuh, sekitar usia enam tahun. Gigi tersebut tidak perlu tumbuh sepenuhnya, yang penting permukaan oklusalnya sudah muncul. Seiring waktu, dokter gigi akan terus menerapkan sealant pada gigi molar permanen lainnya saat mereka tumbuh, biasanya hingga usia 13 tahun. Gigi bungsu jarang disegel karena tumbuh pada usia yang lebih tua dan sering mengalami pencabutan. Namun, dalam beberapa kasus, dokter gigi juga dapat menerapkan sealant pada gigi sulung jika anak berisiko tinggi mengalami karies. Meskipun lebih umum digunakan pada anak-anak, orang dewasa dengan risiko tinggi terkena gigi berlubang juga bisa mendapatkan sealant sebagai langkah perlindungan tambahan.

Prosedur:

Prosedurnya sangat sederhana dan tidak menyakitkan. Pertama, dokter gigi akan membersihkan permukaan gigi secara profesional. Ini juga bisa dilakukan oleh ahli kesehatan gigi, tergantung pada klinik. Setelah itu, gigi harus dikeringkan. Gigi kemudian akan digores dengan asam sebelum dibilas. Pada tahap ini, sealant dapat dipasang. Beberapa sealant memerlukan cahaya untuk mengeras, sementara yang lain tidak. Sealant ini dapat bertahan selama bertahun-tahun, tetapi harus diperiksa secara rutin selama pemeriksaan gigi.