{"id":7020,"date":"2024-01-18T12:08:08","date_gmt":"2024-01-18T12:08:08","guid":{"rendered":"https:\/\/www.dentist-manila.com\/?page_id=7020"},"modified":"2024-12-03T15:51:04","modified_gmt":"2024-12-03T15:51:04","slug":"glosarium-dry-socket","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/www.dentist-manila.com\/id\/glossary-dry-socket\/","title":{"rendered":"Dry Socket"},"content":{"rendered":"<div data-elementor-type=\"wp-page\" data-elementor-id=\"7020\" class=\"elementor elementor-7020\" data-elementor-settings=\"{&quot;ha_cmc_init_switcher&quot;:&quot;no&quot;}\" data-elementor-post-type=\"page\">\n\t\t\t\t\t\t<section class=\"elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-82e3d2c elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default\" data-id=\"82e3d2c\" data-element_type=\"section\" data-e-type=\"section\" data-settings=\"{&quot;_ha_eqh_enable&quot;:false}\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-container elementor-column-gap-default\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column elementor-element elementor-element-3d02906\" data-id=\"3d02906\" data-element_type=\"column\" data-e-type=\"column\">\n\t\t\t<div class=\"elementor-widget-wrap elementor-element-populated\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-73567f9 elementor-widget elementor-widget-heading\" data-id=\"73567f9\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"heading.default\">\n\t\t\t\t\t<h1 class=\"elementor-heading-title elementor-size-default\">Dry Socket\n<\/h1>\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-cde97d0 elementor-widget-divider--view-line elementor-widget elementor-widget-divider\" data-id=\"cde97d0\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"divider.default\">\n\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-divider\">\n\t\t\t<span class=\"elementor-divider-separator\">\n\t\t\t\t\t\t<\/span>\n\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/section>\n\t\t\t\t<section class=\"elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-0a36f4d elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default\" data-id=\"0a36f4d\" data-element_type=\"section\" data-e-type=\"section\" data-settings=\"{&quot;_ha_eqh_enable&quot;:false}\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-container elementor-column-gap-default\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column elementor-element elementor-element-5cc4991\" data-id=\"5cc4991\" data-element_type=\"column\" data-e-type=\"column\">\n\t\t\t<div class=\"elementor-widget-wrap elementor-element-populated\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-c1a4d0e elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"c1a4d0e\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p>Ostitis alveolar, atau yang lebih dikenal sebagai dry socket, adalah komplikasi penyembuhan yang umum terjadi setelah pencabutan gigi. Penyebab pastinya belum sepenuhnya dipahami, tetapi ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risikonya. Trauma akibat pencabutan gigi, infeksi, suplai darah yang tidak optimal, serta faktor sistemik lainnya berperan dalam kondisi ini. Risiko ostitis alveolar lebih tinggi pada rahang bawah dibandingkan rahang atas, terutama di area molar bawah. Dry socket juga lebih sering terjadi setelah prosedur pencabutan yang sulit. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa wanita lebih rentan mengalami kondisi ini dibandingkan pria, dengan risiko yang lebih tinggi pada usia lanjut. Selain itu, perubahan hormonal yang terjadi selama siklus menstruasi dan penggunaan kontrasepsi oral (pil KB) juga dikaitkan dengan peningkatan kemungkinan terkena dry socket. Faktor-faktor ini menunjukkan bahwa keseimbangan hormonal dapat memainkan peran dalam proses penyembuhan setelah pencabutan gigi.<\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/section>\n\t\t\t\t<section class=\"elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-5976211 elementor-reverse-mobile elementor-section-content-middle elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default\" data-id=\"5976211\" data-element_type=\"section\" data-e-type=\"section\" data-settings=\"{&quot;_ha_eqh_enable&quot;:false}\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-container elementor-column-gap-default\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-column elementor-col-50 elementor-top-column elementor-element elementor-element-2744c25\" data-id=\"2744c25\" data-element_type=\"column\" data-e-type=\"column\">\n\t\t\t<div class=\"elementor-widget-wrap elementor-element-populated\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-6e62b51 elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"6e62b51\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p>Penggunaan anestesi lokal dengan vasokonstriktor telah dikaitkan dengan peningkatan risiko terjadinya dry socket. Vasokonstriktor ditambahkan ke dalam anestesi untuk memperpanjang efek analgesia dengan cara mengurangi aliran darah ke area yang dianestesi. Hal ini mengurangi jumlah anestesi yang terserap ke dalam sirkulasi darah, sehingga efeknya bertahan lebih lama di jaringan lokal. Namun, berkurangnya aliran darah juga dapat menghambat pembentukan dan stabilitas bekuan darah, yang merupakan faktor utama dalam penyembuhan setelah pencabutan gigi.<\/p><p>Risiko dry socket lebih tinggi ketika gigi yang dicabut mengalami periodontitis apikal akut atau pulpitis, dibandingkan dengan pencabutan gigi yang sehat atau yang mengalami kerusakan periodontal. Sebagai contoh, gigi bungsu yang tidak mengalami perikoronitis memiliki kemungkinan lebih kecil untuk mengalami dry socket setelah pencabutan.<\/p><p>Merokok merupakan faktor risiko lain dari ostitis alveolar, sebagian karena efek vasokonstriksi nikotin pada pembuluh darah kecil. <div class=\"read-more-wrapper\" style=\"margin-bottom:1em\"><div id=\"rm-1\" class=\"read-more-content\" data-state=\"collapsed\" style=\"max-height:0;overflow:hidden;transition:max-height .4s cubic-bezier(.4,0,.2,1)\"><\/p><p>Penyebab utama ostitis alveolar adalah hilangnya bekuan darah pada soket pencabutan. Kondisi ini biasanya berkembang antara hari ketiga dan kelima setelah pencabutan. Hilangnya bekuan darah meninggalkan soket kosong, menyebabkan tulang alveolar terpapar ke rongga mulut. Pada soket kering, penyembuhan berlangsung lebih lama karena jaringan harus tumbuh dari gingiva di sekitarnya, yang membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan dengan organisasi bekuan darah yang normal. Gejala awal soket kering meliputi nyeri tumpul atau berdenyut di area pencabutan, dengan intensitas yang bervariasi dari sedang hingga parah. Nyeri ini biasanya mulai muncul pada hari kedua hingga keempat setelah pencabutan. Gejala lain yang sering muncul adalah bau mulut tidak sedap (halitosis) dan rasa tidak enak di mulut.<\/p><p>Terapi ostitis alveolar berfokus pada menghilangkan rasa sakit dan mencegah infeksi. Infeksi pada soket setelah pencabutan berbeda dari soket kering, meskipun infeksi sekunder dapat terjadi pada kasus soket kering. Infeksi ini biasanya dapat diatasi dengan antibiotik dan obat antiinflamasi. Namun, penting untuk mengidentifikasi dan menangani penyebab utama soket kering agar tidak kambuh. Selain antibiotik, dokter akan membersihkan dinding soket yang terkontaminasi secara mekanis. Setelah nanah dikeluarkan, luka akan dicuci untuk mencegah infeksi lebih lanjut. Rasa sakit dapat dikurangi dengan aplikasi losion analgesik dan anestesi beberapa kali sehari hingga penyembuhan selesai. <\/div><button type=\"button\" class=\"read-toggle\" data-target=\"rm-1\" aria-expanded=\"false\" style=\"background:none;border:none;color:inherit;text-decoration:underline;cursor:pointer;font:inherit;font-weight:500;padding:0;margin-top:.5em\"><span class=\"toggle-text\">Baca selengkapnya<\/span><\/button><\/div><\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-column elementor-col-50 elementor-top-column elementor-element elementor-element-b9ce8a2\" data-id=\"b9ce8a2\" data-element_type=\"column\" data-e-type=\"column\">\n\t\t\t<div class=\"elementor-widget-wrap elementor-element-populated\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-db67181 elementor-widget elementor-widget-image\" data-id=\"db67181\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"image.default\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" title=\"soket kering\" width=\"552\" height=\"364\" src=\"https:\/\/www.dentist-manila.com\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/dry-socket.png\" class=\"attachment-large size-large wp-image-7023\" alt=\"soket kering\" srcset=\"https:\/\/www.dentist-manila.com\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/dry-socket.png 552w, https:\/\/www.dentist-manila.com\/wp-content\/uploads\/2024\/01\/dry-socket-300x198.png 300w\" sizes=\"(max-width: 552px) 100vw, 552px\" \/>\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/section>\n\t\t\t\t<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dry Socket Alveolar ostitis is common healing disorder that occur after tooth extraction. It is also known as a dry socket. There are many factors that can cause alveolar ostitis, jet etiology for this disorder is not completely understood. These factors are extraction trauma, infection, blood supply, sex, oral contraceptives and other systemic factors. Risk [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":0,"parent":0,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"elementor_header_footer","meta":{"footnotes":""},"class_list":["post-7020","page","type-page","status-publish","hentry"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.dentist-manila.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/7020","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.dentist-manila.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.dentist-manila.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dentist-manila.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dentist-manila.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7020"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.dentist-manila.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/7020\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.dentist-manila.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7020"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}